Jumat, 16 Maret 2012

sedang meditasi dalam sunyi....
menghitung satu satu emosi yang berkarat
Tuhan, aku ingin sembunyi di Ketiakmu....
lara ku tak berkesudahan...
kuambil topeng....berlari dalam hujan...dan menangis tersedu....

(episode ngumpet)
Sita N. Pujanto

Minggu, 11 Desember 2011

Jumat, 28 Oktober 2011

The Magic of #ASI in Financial Planning

Oleh: Prita H. Ghozie, SE, MCom, GCertFinPlanning, CFP® , QWP

Mungkin sebagian dari Anda agak bingung dengan judul tulisan saya kali ini. Apa sih hubungannya antara Air Susu Ibu (ASI) dengan financial planning? Jawabannya sangat erat…Do you know that you can save your kids education fund through breastfeeding? Penasaran? Baca yuk sampai habis…
Akhir Juli lalu, tak terasa sudah 3 tahun saya memberikan Air Susu Ibu (ASI) untuk anak kedua saya, Nizieta. Tiga tahun? …..
Yup, berhubung Nizieta sangat doyan menyusu, bahkan saya rasa menjadi salah satu comforting activity saya terus terang tidak tega memberhentikan proses tersebut meski dia sudah berusia 2 tahun. Apalagi, berbagai artikel tentang weaning with love semakin membuat saya percaya diri bahwa someday, Nizieta pasti akan berhenti menyusu dengan sendirinya tanpa harus melalui proses yang traumatis.
Sesaat sebelum melahirkan Nizieta pada pertengahan tahun 2008 lalu, saya dan suami berkomitmen penuh untuk memberikan ASI tanpa Sufor minimal selama 1 tahun penuh. Beruntung, teman di kantor lama ada yang tergabung dalam forum ASI for Babynya @aimi_asi, sehingga saya menjadi salah satu silent member dan selalu update dengan berbagai informasi yang diperoleh oleh teman saya itu.
Tanpa terasa waktu pun terus berjalan. Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, Nizieta pun berhasil ASIX 6 bulan, lalu mengutip istilah di milis, lulus S2 bahkan S3. Kita semua tahu, ASI adalah makanan terbaik untuk seorang bayi. Nah, as a financial planner/breastfeeding mon, saya pun bertanya dalam hati adakah dampak positif memberikan ASI eksklusif secara finansial dalam sebuah keluarga.
Beberapa bulan lalu, saya pun mulai membuat riset kecil berdasarkan pengalaman pribadi dan teman-teman terdekat. Tujuannya untuk mengetahui seberapa pentingnya peranan ASI dalam perencanaan keuangan sebuah keluarga.
Riset awal dilakukan dengan membuka kembali catatan arus kas keluarga selama 36 bulan ke belakang. Saya pun membuka kembali artikel Budgeting for Baby yang ditulis 3 bulan setelah melahirkan Nizieta. Dan inilah hasilnya…
Arus Kas Nizieta selama 36 Bulan pertama
   Masa Hamil  Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3
         
Baby Furniture & Bedding  - 5,000,000 0 0
Stroller, car seat, baby carrier  - 7,000,000 0 0
Kursi makan  - 750,000 0 0
Peralatan Mandi, Bak Mandi  - 1,000,000 600,000 650,000
Pakaian Bayi  - 12,000,000 15,000,000 18,000,000
Mainan bayi  - 6,000,000 8,000,000 8,000,000
Popok (sekali pakai)[1]  - 4,500,000 5,000,000 3,000,000
MPASI  - 5,000,000 8,000,000 7,000,000
Pompa ASI  - 1,000,000 0 0
Alat Steril  - 2,500,000 500,000 500,000
Botol Susu  - 2,000,000 1,500,000 1,000,000
Susu  - 0 3,600,000 9,600,000
Baju hamil dan krim anti strechmark  2,000,000 0 0 0
Biaya Persalinan (partus normal)[2]  - 15,000,000 0 0
Vitamin & Obat (ibu & anak)  1,500,000 1,500,000 2,500,000 3,000,000
Imunisasi  - 2,000,000 1,000,000 500,000
Gaji perawat/suster bayi[3]  - 13,000,000 9,750,000 9,600,000
Uang Sekolah  - 0 0 9,000,000
         
TOTAL  3,500,000  78,250,000  55,450,000  69,850,000
 
Arus Kas Arzie selama 36 Bulan pertama 
   Masa Hamil  Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3
         
Baby Furniture & Bedding  - 5,000,000 0 0
Stroller, car seat, baby carrier  - 7,000,000 0 0
Kursi makan  - 750,000 0 0
Peralatan Mandi, Bak Mandi  - 1,000,000 600,000 650,000
Pakaian Bayi  - 12,000,000 15,000,000 18,000,000
Mainan bayi  - 6,000,000 8,000,000 8,000,000
Popok (sekali pakai)[1]  - 4,500,000 5,000,000 3,000,000
MPASI  - 5,000,000 8,000,000 7,000,000
Pompa ASI  - 1,000,000 0 0
Alat Steril  - 2,500,000 500,000 500,000
Botol Susu  - 2,000,000 2,000,000 2,000,000
Susu Formula  - 9,600,000 14,400,000 19,200,000
Baju hamil dan krim anti strechmark  2,000,000 0 0 0
Biaya Persalinan (partus normal)[2]  - 15,000,000 0 0
Vitamin & Obat (ibu & anak)  1,500,000 5,000,000 3,000,000 3,000,000
Imunisasi  - 2,000,000 1,000,000 500,000
Gaji perawat/suster bayi[3]  - 13,000,000 9,750,000 9,600,000
Uang Sekolah  - 0 0 9,000,000
         
TOTAL  3,500,000  91,350,000  67,250,000  80,450,000
 
Nizieta adalah anak ASI yang baru merasakan susu formula dan susu UHT di usia 2 tahun. Meski, dia tetap menyusu hingga berusia 3 tahun. Arzie adalah anak pertama saya yang mendapatkan ASI Ekslusif selama 7 bulan, lanjut ASI dan MPASI hingga 10 bulan, kemudian diteruskan dengan susu formula dan susu UHT hingga 3 tahun. Jadi, saya menghitung susu formula dari banyaknya gram yang dikonsumsi, bukan dari total rupiah pembelanjaan. Disinilah saya temukan the magic of ASI in financial planning: MatemetikASI
#MatematikASI
1.     Selama 3 tahun, total pengeluaran yang berhubungan dengan pemberian ASI, MPASI, beserta alat pendukung adalah Rp. 42,2 juta (Nizieta) dan Rp. 73,7 juta (Arzie).
2.     Selama 3 tahun, total pengeluaran untuk susu formula adalah Rp. 13,2 juta (Nizieta) dan Rp. 43,2 juta (Arzie).
3.     Selama 3 tahun, saya dapat menyisihkan Rp. 31,5 juta lebih banyak saat anak mengkonsumsi ASI selama 18 bulan dan baru merasakan susu formula/susu UHT diatas itu.
 The little thing that matters
Tahu dong kalau rata-rata inflasi biaya pendidikan sekitar 10-15% di Jakarta? Karena itu minimal anda harus sudah mulai menyiapkan biaya untuk uang pangkal karena porsi ini cukup besar. Para bunda tentu sudah tahu menyiapkan dana pendidikan harus dimulai sedini mungkin, tapi problemnya tidak punya sisa arus kas dari penghasilan untuk diinvestasikan. Tell you what, give ASI for your baby....and you’ll get the education fund that you needed!
Kalau tidak percaya, lihat hitungan berikut dari hasil saya memberikan ASI kepada Nizieta lebih lama daripada untuk Arzie. Selama 36 bulan, saya bisa mendapatkan tambahan arus kas Rp. 875 ribu. Saya investasikan ke reksadana saham yang memberikan hasil 20% per tahun secara rata-rata. Nah, dengan kinerja pasar hingga Juli 2011 lalu yang cukup baik, saldo investasi dana pendidikan Nizieta mencapai Rp. 43 juta. Jika saya diamkan saja dananya hingga Nizieta berusia 17 tahun, maka potensi saldo investasi akan meningkat hingga Rp. 668 juta. It’s so magical....
The Magic of ASI
Tambahan arus kas dari penghasilan
 31,500,000
Investasi per bulan
 875,000
Jangka waktu
 36 bulan
Return
20%
   
Saldo investasi dlm 3 tahun
43,400,837
Saldo investasi dlm 17 tahun
 668,677,627
Anda juga bisa menghitung sendiri berapa kira-kira saldo investasi dana pendidikan dengan bantuan Kalkulator Dana Pendidikan di website ZAPfin. Tidak cuma menghitung saldo kebutuhan, tapi juga bisa tahu berapa jumlah dana yang harus diinvestasikan setiap bulannya untuk dana pendidikan anak anda.
Memberikan ASI Eksklusif untuk kedua buah hati saya adalah salah satu anugerah Allah SWT yang sangat kami syukuri. Bukan hanya kandungan gizinya yang tak bisa digantikan oleh makanan apa pun, tapi ternyata bisa membantu perencanaan keuangan keluarga kita. Angka-angka diatas tidak mungkin berbohong. Let’s do this #MatematikASI to Live a Beautiful Live!

Selasa, 12 April 2011

Kangen....

(Sakura itu mengintip anganku....)
Sita N. Pujianto


Setiap bulan ini....aku kembali bermuram.......
selingkuhanku balik lagi..mempermainkan airmataku...hgggh nakal :(
Masya Allah, kekasihku yang Maha Kaya...........kayakanlah aku....
sampai sebegini menuanya aku.......mimpi ini belum terejawantah....huhuhu......
aku iri..merindu....merintih...aku mengangeninya, Tuhan........

Aku ingin menyentuhnya,....lembutkah ia.......apa ia secantik rupanya...
bolehkan aku menciumnya dengan sangat........
akan kuhadiahi ia dengan puisi-puisi amatiranku hahay..........
kubuat senorak mungkin....setelanjang mungkin....saking indahnya ia..........
dan itu mungkin ada 1000 puisi
huhuhu kapan itu, Tuhan...

Duh....angan ini terus teringat cantiknya kamu...
pergilah kamu sebentar..karena aku melelah....
masih bermantra bibir ini...dan yang keluar cuma ingin menemuimu, sayang....
jangan biarkan aku habis tanpa menyentuhnya, Tuhan..........
menyentuh sakura..........




Selasa, 05 April 2011

berhenti menulis

duh....ada apa ya dengan aku....kok bisa 3 bulan ini, anganku mati untuk menulis.....semoga cuma mati suri ya...hoooo, jangan sampai BB atau jejaring apapun mematikan bahasamu, Sita....tidak juga imajimu........kalau kamu terbiasa tajam berceloteh di dunia maya......jangan hanya sekedar membuang kata di posting2 tanpa kenangan ala fesbuk...........rugiiiiiiiiiiiiiiiiiiii :(

hmmm.....ini pasti kesibukan dan kelelahan ku karena hamilku yang menua.....huuuuuuuu...kenapa salahin hal lain yang ndak berteori....sita, menulislah dengan rutin dan bersahaja..itu untuk sejarahmu nanti......asah terus....

hmmm.........berlarilah wahai imaji....beri aku pena, maka akan aku tuliskan kalimat2 maha daya untuk membuat sang empunya otak menjadi menggeliat karena haus ilmu.........
duh gusti........aku ndak mau berhenti menulis.....atau aku akan mati termakan masa...mati ditimbun daun2 kering kebodohanku...........

Yupppppp.....huffffffff.......tengadah Sita, dunia akan lebih bertutur, bila Imaji-mu lahir ke dunia....mau kau cekoki dia dengan fesbuk.......nooooooooooo............
karenanya, ambil wudhu tobatmu....basuh dan hirup wanginya kata....bilang atau lebih tepatnya teriakkkkkkkk....aku mau khatam berimajinasi dengan kata..untuk itu aku ada....
kata adalah hidup..dan hidup perlu perwujudan....dan itu bisa bunga, bisa daun dan bisa juga hanya sampah....tp jadikan yang wangi dan bau itu bermakna...jika kau sarikan dengan kata...sang maha karya pencipta........yaaaaaaaaaaaaaaaaa..........KATA!

Jumat, 17 Desember 2010

Puisi pernikahanku.......tepat hari ini, 6 tahun yang lalu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikanya abu
Aku ingin mecintaimu dengan sederhana:
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Sapardi Djoko Damono, (1989)

Senin, 22 November 2010

"Lakukanlah Investasi maka Anda Menjadi Kaya", jangan berpikir terbalik "Lakukan Investasi Jika Telah Kaya!'.

Senin, 25/10/2010 08:30 WIB
Lakukan Investasi, Maka Anda Kaya
Taufik Gumulya - detikFinance




Jakarta - Kita semua mengetahui bahwa aset adalah suatu yang sangat berharga dan manusia merupakan aset yang paling sangat berharga karena merupakan anugrah dari Tuhan Sang Pencipta. Jika dipilah, maka ada bermacam macam aset di muka bumi ini, namun yang dibahas disini hanya terbatas pada aset yang berhubungan dengan perencanaan keuangan utamanya aset finansial saja.

Berbicara mengenai penambahan aset, alangkah bijak jika kita melakukan evaluasi terhadap kekayaan (aset) bersih yang kita miliki. Aset atau kekayaan bersih adalah selisih dari total kekayaan atau harta yang anda miliki dikurangi oleh seluruh utang yang ada.

Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut:
H (Harta)  -  U (Utang) = KB (Kekayaan Bersih)

Lalu apa yang dimaksud dengan kekayaan alias harta itu?, adalah segala sesuatu materi yang anda miliki dan memiliki nilai jual (secara ekonomis), misalkan:
  1. Saldo pada Bank (tabungan, deposito & giro);
  2. Nilai pasar atas aset investasi (obligasi, reksa dana & saham);
  3. Nilai pasar perhiasan emas murni (logam mulia);
  4. Nilai tunai asuransi jiwa;
  5. Nilai pasar property anda (perhitungannya adalah harga realisasi penjualan property sekelas dan terdekat + nilai jual objek pajak dibagi dengan 2);
  6. Nilai pasar kendaraan (mobil, motor);
  7. Nilai pasar peralatan rumah tangga (peralatan dapur, elektronik, dll);
  8. Nilai pasar perabotan rumah (furniture), nilai barang pribadi, dll.

Kemudian apa yang dimaksud dengan utang?, adalah seluruh sisa pinjaman (pokok dan bunga) yang anda miliki (ingat pinjaman bukan penyertaan modal investasi dari pihak lain kepada anda), misalkan:
  1. Utang jangka pendek (maksimal 1 tahun);
  2. Jangka menengah diatas 1 tahun hingga 5 tahun;
  3. Utang jangka panjang diatas 5 tahun.

Pertanyaan berikut adalah bagaimana cara meningkatkan aset tersebut?, lakukanlah investasi, berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Lakukan investasi dengan jumlah minimal 10% dari pendapatan anda;
2. Tentukan sasaran (target) investasi tersebut, misal untuk dana pendidikan anak saat masuk universitas atau untuk persiapan membeli rumah baru atau mungkin untuk berlibur dengan keluarga?, dll.;
3. Tentukan waktu yang tersedia, berdasarkan poin 2 didapat waktu yang tersedia, misal untuk dana pendidikan tersedia 10 tahun (bagi orang tua yang memiliki anak dengan usia 8 tahun), dana untuk membeli rumah direncanakan 5 tahun dari sekarang dan untuk dana berlibur dibutuhkan waktu (misalnya) 9 bulan dari sekarang;
4. Tentukan instrumen investasi anda berdasarkan waktu yang tersedia, bentuklah portfolio investasi pribadi anda, misal sebagai berikut:
a.Waktu tersedia kurang dari 1 tahun, Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) dengan kombinasi pada deposito;
b.Waktu tersedia antara 1 – 3 tahun, Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)dikombinasi dengan Reksa Dana Campuran (RDC);
c.Waktu tersedia antara 3 – 5 tahun, Reksa Dana Campuran (RDC) dengan kombinasi Reksa Dana Saham (RDS) serta jika memungkinkan (tergantung besar aset tunai anda) dapat ditambah dengan sedikit dikombinasi pada pembelian dan penjualan saham (trading) di bursa efek;
d.Diatas 5 tahun, Reksa Dana Saham (RDS) sebagian besar, dengan kombinasi investasi pada trading saham (sebagian kecil);
e.Catatan tambahan untuk poin ‘c’ dan ‘d’ sangat dianjurkan hanya bagi mereka yang telah memiliki aset tunai bersifat likuid berupa dana darurat yang telah mencapai 6 hingga 12 kali rata-rata pengeluaran per bulannya;

5. Lakukan proteksi atas aset finansial anda dengan membeli asuransi jiwa melalui produk tradisional dengan jenis YRT (Yearly Renewable Term) yakni produk yang hanya memberikan uang pertanggungan tanpa ada unsur investasi ataupun tabungan. Mengapa jenis ini?, karena memiliki uang pertanggungan yang besar dengan premi yang minimal, sedangkan asuransi yang dikombinasikan dengan investasi (unit link) terbukti biaya di 5 tahun pertama adalah sangat mahal.

6.Lakukan monitoring terhadap butir 4 diatas, lihat perkembangan dana investasi versus target minimal yang harus tercapai.

Setelah langkah untuk meningkatkan aset melalui investasi dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah kembali melakukan evaluasi secara berkala terhadap kekayaan bersih anda, berikut adalah formulasi Rasio Ideal Kekayaan Bersih (minimal , secara matematis:
Us (Usia) X PT (Pendapatan Tahunan) / 10 >=  3,5 PT (Pedapatan Tahunan)
Jadi setelah anda melakukan investasi silahkan evaluasi (berkala tahunan), apakah:
  • KB (Kekayaan Bersih) anda sudah berada >= 3,5 PT atau
  • KB (Kekayaan Bersih) anda sudah berada < 3,5 PT

Untuk jelasnya lihat tabel contoh dibawah ini, dua orang pekerja dengan jabatan yang berbeda:
Uraian Direktur Karyawan
Usia (tahun) 35 35
Pendapatan/Bulan (Rata-rata) Rp 35.000.000 Rp 2.500.000
Pendapatan/Tahun Rp 420.000.000 Rp 30.000.000
Kekayaan Bersih Rp 850.000.000 Rp 125.000.000

Penjelasan /Analisa :
Total kekayaan bersih sang Direktur Rp 850 juta, kekayaan bersih sang Karyawan hanya sebesar Rp 125 juta, namun ternyata sang Karyawan lebih kaya dari sang Direktur, ini disebabkan karena:
Rasio Kekayaan Bersih Direktur Karyawan
Rasio Ideal Kekayaan Bersih 2,02 4,17
Rasio Ideal Kekayaan Bersih (minimal) 3,50 3,50

Jadi ternyata sang Direktur tidak lebih kaya dari sang Karyawan karena Rasio Kekayaan Bersih Direktur hanya 2,02 (mungkin memiliki utang yang besar disertai dengan gaya hidup yang mewah), sedangkan sang Karyawan memiliki Rasio Kekayaan Bersih yang lebih baik dari standar minimum yaitu sebesar 4,17. Jangan menyalahkan diri anda jika rasio belum tercapai, ini adalah merupakan langkah awal untuk melakukan perencanaan keuangan, usahakan rasio minimal sebesar 3,50 dapat tercapai sejalan dengan perkembangan waktu.

Jika ingin menjadi kaya secara finansial ada pesan yang pertama yaitu "Lakukanlah Investasi maka Anda Menjadi Kaya", jangan berpikir terbalik "Lakukan Investasi Jika Telah Kaya!'. Pesan sederhana ini silahkan dicoba karena sejauh yang kami ketahui  orang terkaya didunia melakukan pesan yang pertama, selamat mencoba.

Taufik Gumulya, CFP® , Perencana Keuangan pada TGRM Financial Planning Services (qom/qom)
 
blogger template by arcane palette