Senin, 22 November 2010

"Lakukanlah Investasi maka Anda Menjadi Kaya", jangan berpikir terbalik "Lakukan Investasi Jika Telah Kaya!'.

Senin, 25/10/2010 08:30 WIB
Lakukan Investasi, Maka Anda Kaya
Taufik Gumulya - detikFinance




Jakarta - Kita semua mengetahui bahwa aset adalah suatu yang sangat berharga dan manusia merupakan aset yang paling sangat berharga karena merupakan anugrah dari Tuhan Sang Pencipta. Jika dipilah, maka ada bermacam macam aset di muka bumi ini, namun yang dibahas disini hanya terbatas pada aset yang berhubungan dengan perencanaan keuangan utamanya aset finansial saja.

Berbicara mengenai penambahan aset, alangkah bijak jika kita melakukan evaluasi terhadap kekayaan (aset) bersih yang kita miliki. Aset atau kekayaan bersih adalah selisih dari total kekayaan atau harta yang anda miliki dikurangi oleh seluruh utang yang ada.

Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut:
H (Harta)  -  U (Utang) = KB (Kekayaan Bersih)

Lalu apa yang dimaksud dengan kekayaan alias harta itu?, adalah segala sesuatu materi yang anda miliki dan memiliki nilai jual (secara ekonomis), misalkan:
  1. Saldo pada Bank (tabungan, deposito & giro);
  2. Nilai pasar atas aset investasi (obligasi, reksa dana & saham);
  3. Nilai pasar perhiasan emas murni (logam mulia);
  4. Nilai tunai asuransi jiwa;
  5. Nilai pasar property anda (perhitungannya adalah harga realisasi penjualan property sekelas dan terdekat + nilai jual objek pajak dibagi dengan 2);
  6. Nilai pasar kendaraan (mobil, motor);
  7. Nilai pasar peralatan rumah tangga (peralatan dapur, elektronik, dll);
  8. Nilai pasar perabotan rumah (furniture), nilai barang pribadi, dll.

Kemudian apa yang dimaksud dengan utang?, adalah seluruh sisa pinjaman (pokok dan bunga) yang anda miliki (ingat pinjaman bukan penyertaan modal investasi dari pihak lain kepada anda), misalkan:
  1. Utang jangka pendek (maksimal 1 tahun);
  2. Jangka menengah diatas 1 tahun hingga 5 tahun;
  3. Utang jangka panjang diatas 5 tahun.

Pertanyaan berikut adalah bagaimana cara meningkatkan aset tersebut?, lakukanlah investasi, berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Lakukan investasi dengan jumlah minimal 10% dari pendapatan anda;
2. Tentukan sasaran (target) investasi tersebut, misal untuk dana pendidikan anak saat masuk universitas atau untuk persiapan membeli rumah baru atau mungkin untuk berlibur dengan keluarga?, dll.;
3. Tentukan waktu yang tersedia, berdasarkan poin 2 didapat waktu yang tersedia, misal untuk dana pendidikan tersedia 10 tahun (bagi orang tua yang memiliki anak dengan usia 8 tahun), dana untuk membeli rumah direncanakan 5 tahun dari sekarang dan untuk dana berlibur dibutuhkan waktu (misalnya) 9 bulan dari sekarang;
4. Tentukan instrumen investasi anda berdasarkan waktu yang tersedia, bentuklah portfolio investasi pribadi anda, misal sebagai berikut:
a.Waktu tersedia kurang dari 1 tahun, Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) dengan kombinasi pada deposito;
b.Waktu tersedia antara 1 – 3 tahun, Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)dikombinasi dengan Reksa Dana Campuran (RDC);
c.Waktu tersedia antara 3 – 5 tahun, Reksa Dana Campuran (RDC) dengan kombinasi Reksa Dana Saham (RDS) serta jika memungkinkan (tergantung besar aset tunai anda) dapat ditambah dengan sedikit dikombinasi pada pembelian dan penjualan saham (trading) di bursa efek;
d.Diatas 5 tahun, Reksa Dana Saham (RDS) sebagian besar, dengan kombinasi investasi pada trading saham (sebagian kecil);
e.Catatan tambahan untuk poin ‘c’ dan ‘d’ sangat dianjurkan hanya bagi mereka yang telah memiliki aset tunai bersifat likuid berupa dana darurat yang telah mencapai 6 hingga 12 kali rata-rata pengeluaran per bulannya;

5. Lakukan proteksi atas aset finansial anda dengan membeli asuransi jiwa melalui produk tradisional dengan jenis YRT (Yearly Renewable Term) yakni produk yang hanya memberikan uang pertanggungan tanpa ada unsur investasi ataupun tabungan. Mengapa jenis ini?, karena memiliki uang pertanggungan yang besar dengan premi yang minimal, sedangkan asuransi yang dikombinasikan dengan investasi (unit link) terbukti biaya di 5 tahun pertama adalah sangat mahal.

6.Lakukan monitoring terhadap butir 4 diatas, lihat perkembangan dana investasi versus target minimal yang harus tercapai.

Setelah langkah untuk meningkatkan aset melalui investasi dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah kembali melakukan evaluasi secara berkala terhadap kekayaan bersih anda, berikut adalah formulasi Rasio Ideal Kekayaan Bersih (minimal , secara matematis:
Us (Usia) X PT (Pendapatan Tahunan) / 10 >=  3,5 PT (Pedapatan Tahunan)
Jadi setelah anda melakukan investasi silahkan evaluasi (berkala tahunan), apakah:
  • KB (Kekayaan Bersih) anda sudah berada >= 3,5 PT atau
  • KB (Kekayaan Bersih) anda sudah berada < 3,5 PT

Untuk jelasnya lihat tabel contoh dibawah ini, dua orang pekerja dengan jabatan yang berbeda:
Uraian Direktur Karyawan
Usia (tahun) 35 35
Pendapatan/Bulan (Rata-rata) Rp 35.000.000 Rp 2.500.000
Pendapatan/Tahun Rp 420.000.000 Rp 30.000.000
Kekayaan Bersih Rp 850.000.000 Rp 125.000.000

Penjelasan /Analisa :
Total kekayaan bersih sang Direktur Rp 850 juta, kekayaan bersih sang Karyawan hanya sebesar Rp 125 juta, namun ternyata sang Karyawan lebih kaya dari sang Direktur, ini disebabkan karena:
Rasio Kekayaan Bersih Direktur Karyawan
Rasio Ideal Kekayaan Bersih 2,02 4,17
Rasio Ideal Kekayaan Bersih (minimal) 3,50 3,50

Jadi ternyata sang Direktur tidak lebih kaya dari sang Karyawan karena Rasio Kekayaan Bersih Direktur hanya 2,02 (mungkin memiliki utang yang besar disertai dengan gaya hidup yang mewah), sedangkan sang Karyawan memiliki Rasio Kekayaan Bersih yang lebih baik dari standar minimum yaitu sebesar 4,17. Jangan menyalahkan diri anda jika rasio belum tercapai, ini adalah merupakan langkah awal untuk melakukan perencanaan keuangan, usahakan rasio minimal sebesar 3,50 dapat tercapai sejalan dengan perkembangan waktu.

Jika ingin menjadi kaya secara finansial ada pesan yang pertama yaitu "Lakukanlah Investasi maka Anda Menjadi Kaya", jangan berpikir terbalik "Lakukan Investasi Jika Telah Kaya!'. Pesan sederhana ini silahkan dicoba karena sejauh yang kami ketahui  orang terkaya didunia melakukan pesan yang pertama, selamat mencoba.

Taufik Gumulya, CFP® , Perencana Keuangan pada TGRM Financial Planning Services (qom/qom)

Sabtu, 20 November 2010

Mimpi Sang Pelangi (doktrinasi sang bunda vs angan sang anak)

Aku tahu sang pelangi sedari dulu selalu berteriak, "aku ingin jadi dosen!". "Kayak bunda" celotehnya (sambil menyebutkan institusi tempatku bekerja). Entah mengapa, aku bingung...dia ndak pernah melihatku mengajar, tapi jujur aku bangga sekali saat itu. Semenjak dalam kandungan, Nayya kenyang dengan celotehku menceritakan tentang daun, bunga, hujan dan lain2. Dia terbiasa terkekeh2 bila aku mendongeng..padahal saat itu Nayya masih bayi...tapi dari ceracaunya aku tahu, dia menikmati ceritaku.

Ketika mulai sekolah, kata "dosen" berubah menjadi "guru". Kali ini dia terinspirasi gaya guru atau miss nya di Play grup. Sering aku terkaget2 dengan gayanya mengajar....meski yang dia ajari itu bonekanya bahkan mbaknya hahaha........tapi dia serius lho menjalankannya........

ketika hampir 5 tahun....kata2 ingin menjadi guru selalu konstan diucapkan sang pelangi....setiap kali aku atau orang lain menanyakan cita2nya...hmmm, tak tergoyah!
Jangan salah mengira yah...sebagai bunda, aku sudah seringkali mengenalkan bermacam2 profesi. Sebagai bunda aku sering tergoda dan sengaja mendoktrinnya pada jenis profesi tertentu hahahaha (masih kuno yah aku)..yah namanya juga usaha :P...lagipula selama itu baik untuk nayya ya bagiku wajar saja. Bagiku membiarkan tanpa memberi arahan sama saja dengan kebebasan yang egois dan kebablasan. Bukan berarti profesi guru ndak baik atau kurang hebat ya......aku hanya berpikir, nayya harus melihat beragam dunia untuk bermimpi.
 

Cara aku mendoktrin seperti ini, setiap kali nayya habis ke dokter, seperti baru2 ini, nayya baru dari dokter gigi dan THT..."Nay, dokter putu/dokter mediana, keren yah...nayya mau jadi dokter gigi/kuping?"
"gak!" jawabnya cepat...hmmm tak puas aku mulai lagi, " dokter Hafizh?" (dokter anak yang aku kunjungi sejak nayya bayi).."atau, dokternya bunda...kan enak tuh bisa bantu ngelahirin adik bayi?"...."mamanya Alika (teman TKnya), mamanya dokter gigi kan, mau?"
Tahu ndak jawaban Nayya apa?
"gak, aku mau kayak bunda....aku mau jadi guru!" "kalau jadi guru kan ada liburnya". "nanti kalau anak-anaknya libur, aku mau ngajarin anak-anak yang gak bisa sekolah karena gak punya biaya!"
bengongggggggggggggg.....speechless......terharu.....Nayya mengungkapkan mimpinya itu tanpa jeda....runut, dan lancar. Entah apa yang ada dipikirannya waktu itu..rasanya aku juga ndak pernah memberinya inspirasi untuk itu.

Nayyaku...pelangiku. Dia memang persis aku, sejak kecil memimpikan dan selalu menjawab ingin jadi guru setiap kali orang bertanya. Tapi, mimpinya lebih Indah, Tuhan......
Aku ndak perlu mendoktrinmu lagi, pelangiku....
Karena cita-citamu sangat indah......
Jika Tuhan mengabulkan doa bunda waktu kecil.......Bunda percaya doamu pun pasti dikabulkan Tuhan...
Jadilah Ibu guru Nayya yang bisa menginspirasi anak-anak lain untuk bermimpi sepertimu, ya nak....

(bundanya Nayyara Kasih Pujianto)

Kamis, 18 November 2010

luruh (mati)

Aku kesepian, Tuhan...
begitu ingin menangis...
beginikah rasanya di alam kubur......
berteriak butuh teman, tapi tak satupun mendengar......apalagi menghampiri
meraung memanggil saudara.......mereka tenggelam dalam putus asanya sendiri.....
mengisak menyebut nama cinta.....ternyata celotehnya mirip angin...hilang......

Sebegitu burukkah aku.....
atau imanku kelewat tipis bagai kelambu lasak di makan zaman......
Tuhan.......sepi ini menyakitkan....
tp tak sebulirpun airmataku jatuh......

lagi2 aku mensyukuri memilikimu Tuhan
sahabat tanpa sapaan....yang rela aku panggil kapanpun.......
dan aku begitu ingin dipelukmu, Tuhan
aku menggigil.......

di sini aku baru tahu artinya sendiri.....
meraung pada tembok....
inikah rasanya mati

(15-18 Nov 2011 - saat sendiri mengangeni teman dan handai taulan di RSW. Yadika)

Sabtu, 13 November 2010

ehm..ehm...it's GOLD...yeahhhhhh :D (2)



 Sip sip sip..nyambung lagi ahh....
Setelah mengamati dari range emas 300rb..350rb (belum bergerak juga niy pantat)..mpe 398rb dan 406rb...whattttttttttttt, panas ngebul2...ndak ada 3 bulan, bisa segitu tingginya dan aku diam ajaaaaaaaaaaaaaaa :((
Akhirnya aku harus nawaitu dan ijab kabul di pegadaian, SEKARANG!!! (pake melotot gaya sita :P )

Waktu itu emas lagi diharga Rp 405.000/gram...........wah kok mau sih beli emas pas mahal2 begitu??? Katanya sih ndak ada patokan harus beli emas pas murah atau mahal....kata pakar2 keuangan...maju terusssssss, kan namanya invest,..jd nda mungkin liat untung ruginya di hari2 pertama.. (katanya emas bagus diinvest masa 5 tahunan alias jangka pendek - sedang)...yo wis samberrrrrrrrr aja...lha namanya juga nabung....nabung kepaksa alias nyicil...dananya ada, dan mmg belum akan dipakai dekat2 ini...so, ndak usah pusing, mau mahal atau lagi turun toh :)
Lagipula, kalau aku korbanin deposito buat beli cash, sayang ah, kan mau belajar mengamati..dari produk yang konvensional sampai yang agresif.......
hmmm, analogi aku nyicil jg begini: daripada nabung dulu baru beli emas...mis mau beli emas 10 gram harga 5 juta...eh pas uangnya kekumpul 5 juta, emasnya udah ngibrittttt ke angka 6 juta..yah jd belinya kurang deh dari 10 gram....udahlah, gengsi amat nyicil...mottoku sih: " NYICIL, bikin hidup lebih hidup" hahahaha (pembenaran yang sableng)..tp benerkan, kalau punya cicilan, jadi kepaksa, jd bela2in, bekerja jd lebih semangat :)

Akhirnya saya cari di mana ada pegadaian syariah...pencarian pertama GATOT!..mana udah nyari dari pagi..bela2in di luar jam kantor...ngubek yang ciledug, nda terima....trus palmerah sampai kemandoran...ndak juga nemu....padahal ternyata kantor pegadaian syariah ada di dalam pegadaian konvesional....sighh baru tauuu :(
pencarian kedua...ndak terjadi2 juga, gara2 anak sakit....
dan iseng malah kemarin, pas lewat srengseng...mampir bentar ambil untuk Uang muka hasil itung2an simulasi di brosur...tapi....:((
ternyata baru ada setelah shalat jumat, alias jam 1 an...Mbaknya bilang sih karena harus melihat harga update dari pusat dengan mengirim fax. So..........pulang dengan manyuuuunnnn.......ada aja :(

Dan pas jam 1 nya, suami deh yang jalan ngurusin, tp ndak ke srenseng tadi, melainkan cabang yang di palmerah...menurut penuturan suami, dia antri sekitar 15 menit, trus isi perjanjian AKAD MURABAHAH...trus karena uangnya kurang, suami balik lagi cari ATM...oalah, ternyata ada biaya yang ndak disebut2 dalam brosur dan web, yakni ONGKOS KIRIM. Berikut simulasi dari beberapa blog yang copas dari web pegadaian.



Begini simulasinya [sumber : brosur pegadaian]
Nasabah membeli 1 (satu) keping LM (Logam Mulia) seberat 25 gr kadarnya 99,99%
Asumsi harga 25 gr emas = Rp 7.813.500 (harga berubah terus ya, sekarang aja udah 10 jutaan lebih, ini ilustrasi aja)
Cara membeli dengan angsuran 6 bulan:
= Rp 7.813.500 + margin (Rp 7.813.500 x 6%)
= Rp 7.813.500 + Rp 468.810
= Rp 8.282.310
Uang muka 25% = Rp 2.070.578
Administrasi = Rp 50.000
Pembayaran awal = Rp 2.120.578
Sisa pembayaran = Rp 8.282.310 – Rp 2.070.578
= Rp 6.211.732
Angsuran = Rp 6.211.732 / 6 = Rp 1.035.289/bulan (lagi-lagi, ini angka ilustrasi)

jadi dengan simulasi di atas...kalau berdasarkan pengalaman saya: ditambah biaya ONGKOS KIRIM 
kalau saya dibebankan sebesar Rp 27.952 (ndak tahu berdasarkan apa angka itu....saya sedang tanya ke pegadaiannya. Nanti kalau terjawab saya update infonya ya)

Trus perjanjian AKAD nya ndak bermaterai....(itu jg jd pertanyaan)
dan..kalau kita beli dengan jumlah satuan yang besar mis: 25 gram, ndak bisa kita pecah jd yang 5 gram, 10 gram dll...karena antam/logam mulia juga membedakan harga per gramnya sesuai satuan emas batangannya. Semakin kecil gramnya, harganya semakin mahal atau tidak sama dengan harga publishnya lihat di sini. Padahal kalau megang yang kecil2 kan lebih enak menggadaikannya ya...butuh 2 juta, yah gadai yang 5 gram, butuh 20 juta gadai yang 50 gram dst...............

Terakhir adalah legaaaaaaaaaaaaaaaaaa :D
apalagi ini investasi yang halal dan sesuai syariah....
dilihat dari 2 ayat yang dicantumkan pada awal AKAD MURABAHAH nya, yakni:

"Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba" (QS. Al-Baqarah (2): 275)

dan

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu makan harta sesama kamu dengan jalan bathil, kecuali melalui perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu" (QS. An-Nissa (4): 29) 


Mudah2an saja menginspirasi siapa saja yang nyelonong masuk ke blogku...monggo lho...
kebaikan kan mesti disyiarkan...daripada uangnya habis buat ngupi2 atau shoping2...(yah itu sih sah2 aja), tapi ada yang disimpan dan dikembangkan..selama halal...why not thooo :)
mulai dari yang 4,25 gr mpe 1 kilo monggo....kalau dipikir2 kayak fasilitas arisan atau auto debet....kalau bisanya yang gramnya rendah, yah mulai aja dari sana...lumayan lho..kalau butuh uang tinggal digadaikan ke pegadaian..harta tetap tersimpan rapi.........happy invest :P

14 November 2011

Sekilas ttg pegadaian:
pertama datang, kamu2 yang terbiasa dengan pelayanan bank spt BCA or Mandiri...pasti terkaget2 yah masuk ke pegadaian...sederhana, mas atau mbak pelayannya kelewat sederhana dan bicara apa adanya....mirip kalau masuk ke kantor pos :)
saya berpikir, aman ndak yah saya bertransaksi di sini...meskipun ada satpam, tapi kesederhanaannya membuat saya sedikit mengurungkan niat menyimpan atau  menggadaikan harta saya di sini.
tapi jika melihat antrian..wahhh, selalu penuh ya (sabtu buka juga lho)
ada ibu yang sibuk membayar cicilan pinjaman, ada yang sibuk mengeluarkan saputangan yang ternyata dalamnya emas untuk digadaikan....penampilan mereka pun dari yang biasa sampai bermobil...intinya, mereka memerlukan lembaga yang mudah meminjamkan dana tanpa harus kehilangan barang berharganya...hmmm, ada ndak ya yang menggadaikan cincin nikahnya untuk sekolah atau makan anaknya...
berkali2 dalam pencarian saya akan produk MULIA..saya TERHARU...terima kasih pegadaian....tetap tulus, tetap apa adanya dan bersahaja seperti mottonya "mengatasi masalah tanpa masalah"

Jumat, 12 November 2010

ehm..ehm...it's GOLD...yeahhhhhh :D

 
Wuahhhhhhhhhhhhhh, rasanya udah kebelet banget mau nulis tentang apa yang baru aja ku lakukan. Untuk sebagian orang, langkahku ini harusnya udah jadul banget...tapi lagi2 aku baru mutusin sekarang. Tapi ini hasil pencarian yang panjannnnnnnnnngggggggggggg...(ada kali berapa sks belajarnya) dari curi denger, intip di Om GOOGLE yang super baik, sama jd pembaca setia ratusan milis dan blog yang pernah bahas tentang hal ini..dan satu lagi, tentunya berkat Pak Aidil Akbar yang semenjak kawin jd sombong ngeluarin tips..hahhaaha (maklumlah pengantin baru)...tulisannya dan postingannya yang terakhir adalah bagaimana cara dia mengejawantahkan kata2 saktinya...hayo apaaaaaaaa??? "financial planning should be FUN"...sembari sekalian pamer honeymoon nya di bali, plus dengan fasilitas yang plus plus....tapi aku salut, dan mengamini bahwa hidup itu memang harus berencana...kerja keras..dan kalau udah tercapai yahhh seneng2 dunk..masa dah capek2 semuanya buat anak cucu kita..weitsssssssss nanti dulu....:P

Udah ahh kok jd ngelantur :P
Sebenernya kalau diurutin dari investasi yang sudah aku pelajari dan lagi dicoba2 sekarang...urutan pertamanya ya sukuk ritel (obligasi berbasis syariah), Reksadana baru emas...
tapi karena ini yang paling gress, belum ada 36 jam....aku mau share dulu d..biar ndak lupa...sapa tahu adik2 hahaha (sok tuaaaaa) atau yang masih ragu kayak aku beberapa bulan lalu...bisa maju jalannnnnnnnnn :)

Yup yup yup...ini tentang investasi emas yang baru aku lakonin kemarin...
kalau masalah emasnya sendiri, aku sebenernya ndak terlalu suka...dari kecil, jarang dan kalau bisa ndak pake perhiasan macem2...ngundang bahaya menurutku. Dan sampai lahir Nayya pun, aku ndak pernah maksa nayya pake anting dll...setelah lepas berkali2, dia lebih happy tanpa anting...yo wis lah, buah ndak jatuh jauh dari pohonnya kan :P

Investasi emas ini juga sempet aku ragukan....aku inget waktu itu, harga emas di www.logammulia.com  masih berkisar 300 rb an...meskipun orang ribut berseru..hayoo beli emas...ndak mungkin kena imbas inflasi dll....aku lebih seneng mengamati...karena mau beli juga agak ndak praktis..harus ke pulogadung (jangan salah yah, emas ini memang produksi antam tapiiii diproduce dan dijual yah di logam mulia)...kapan ada waktu ke situ..tuing2??? :(((
ke toko emas...haduh, makenya aja takut (parno emas yah :P )apalagi dengan sok pede bawa uang beli di toko yang biasanya ada di tempat rame...oh no no no...bukan aku banget...........
malah pengennya tuh emas, jangan mpe mampir ke rumah aku.... (dari dulu prinsipku mmg ndak mau ada harta disimpen di rumah) bahaya banget, mana aku bekerja lagi...haiya kasihan nayya dan mbaknya :(((
pernah denger jg tentang kepemilikan sertifikat emas (jd cuma megang sertifikatnya aja)...aku cari ngubek2 seantero dunia maya..ndak ketemu yang bener2 ajeg infonya...akhirnya tanya Pak Aidil Akbar deh dan bener kan ternyata beliaupun belum denger ttg produk itu di Indonesia...mungkin di luar udah ada...haiyaaa pantesan, baru wacana donggggggggggggggggggggg :((

Pak Aidil Akbar juga bilang, kalau invest itu pasti ada risikonya...sekalipun kelihatan aman. Trus ada yang bilang pake safety box..hmmm itu sih udah kepikiran, tapi ya itu, palingan emas ku baru berapa gram hahahaha........maluuuuu :P

Nah, pas lagi iseng bikin2 blog baru, nyari deh desain blog yang cihuy2..terpilihlah blog http://d3d3k.com/category/financial-and-investment/dan iseng2 baca tulisannya..hmmm waktu itu aku langsung pilih kategori investing....waalaaaa...judulnya langsung membuat aku tertegun dan eng ing eng....(kalau di film kartun, kayak ada bohlam pijar yang kelap kelip nandain ada ide brilian hohoho)...judulnya "nyicil emas yuk" 
Dan itu ada di Pegadaian syariah.
Hmm mulailah aku browsing web pegadaian dan dapatttttttt, namanya produk MULIA http://www.pegadaian.co.id/p.mulia.php?uid=
Sebenarnya produk MULIA ini menawarkan beli cash atau secara ansuran. Yang menarik untukku adalah yang program cicilan, bukan karena memang seneng ngutang hahay :P..........tp karena selama emas itu belum lunas, emas akan disimpan di pegadaian...bagi aku, hmmmm seperti mempunyai safety box gratisan :D dan enaknya lagi harga emas benar2 mengikuti harga antam/logam mulia paling update saat itu...dan cicilannya ndak dipengaruhi perubahan emas....selagi kita mencicil, emas kita akan naik tinggiiiiiiiii sekali hahahaha.........(mulai ga waras :P)
trus trus...hmmmm pending dulu di tulisan ke 2 yah...karena udah lapar dan kepanjangan juga tulisannya...intinya sih cuma mau jelasin, kalau untuk memutuskan sesuatu, itu ndak mudah, tapiiiiiiiii jangan pake omongan yang ndak berteori...open minded, karena ternyata orang di luar sana ancang2nya udah 10 langkah..kalau masih maenin arisan, deposito apagi cuma tabungan...what!!! pasti ortu kita banget yang penuhi bibliografi cara berpikir kita...hahahaa....bukannya salah lho..tp ibu or bapak kita kan lahir di era kapan tuh...filosofinya aja masih "nrimo, dhuk" walah tuing2,..deh...so, invest yang cerdas,.biar kalau Allah ngasih kekayaan pun ndak keblinger.........nyambung yokkkk :D




Rabu, 10 November 2010

lagi2 puisi Sapardi Djoko Damono (karena otak sedang mandul kata dari persembunyian kangen..entah pada apa)

"dalam diriku mengalir sungai panjang,
darah namanya;
dalam diriku menggenang telaga darah,
sukma namanya;
dalam diriku meriak gelombang sukma,
hidup namanya;
dan karena hidup itu indah,
aku menangis sepuas-puasnya"
Sapardi Djoko Damono (Hujan bulan Juni: Pilihan sajak)

Kangen seseorang

"Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis dan tak ada orang bertanya kenapa.

Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur. Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi pada suatu pagi."
Sapardi Djoko Damono

Nayya dan Imaji (refleksi tulang, darah dan dagingku)

"Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu"
Sapardi Djoko Damono (Hujan Bulan Juni)
 
blogger template by arcane palette